Beranda › Lirik Lagu Indonesia › Lirik dan Makna Lagu Air Mata Surga dari Dewi Sandra

Lirik dan Makna Lagu Air Mata Surga dari Dewi Sandra

Komentar

artiliriklagu.com – Air Mata Surga merupakan lagu dari penyanyi asal Bandung, Melly Goeslaw, yang dirilis pada tahun 2015 dan dibawakan oleh Dewi Sandra sebagai OST dari film tanah air yang juga bertajuk Air Mata Surga.

Air Mata Surga ditulis oleh Melly Goeslaw dan dirilis di bawah label MD Music Indonesia. Lagu ini sukses membuat para pendengarnya terhanyut dalam cerita yang mengharukan tentang perjuangan dan pengorbanan. Berikut arti, makna, dan lirik lagu Air Mata Surga dari Dewi Sandra.

Arti dan Makna Lagu Air Mata Surga

Lirik lagu Air Mata Surga dari Dewi Sandra menceritakan tentang seseorang yang mencoba berdamai dengan takdir yang telah digariskan padanya, di mana ia harus merelakan orang yang dicintainya bahagia bersama orang lain walau rasa sakit menyelimuti dan meluapkannya dengan air mata.

Pengorbanan besar ia lakukan demi cinta yang lebih besar, yakni janji kepada Sang Pencipta. Ia pasrah agar orang yang dicintainya dapat berbahagia meski mereka tidak lagi bersama. Pada akhirnya, ia sadar bahwa cinta sejati tidak selalu harus tentang memiliki, melainkan juga merelakan.

Lirik Lagu Dewi Sandra – Air Mata Surga

[Verse]
Aku kedinginan berdiri di atas istana yang retak
Ku menutup mulutku getir berkata lirih
Adakah cinta yang sempurna di dunia?
Adakah hati yang tak bisa luka?
Apakah ku pantas bahagia?

Sejuta penyair sedunia ingin aku hampiri
Bertanya, “Apakah cinta sejati itu ada?”
Pantaskah ku marah pada takdir?
Berteriak lantang melawan nasib
Sedangkan ku hanyalah manusia

[Chorus]
Namun demi engkau, namun demi cinta
Demi janji kepada Maha memberi cinta
Aku relakan kau bersama dengan yang lain
Dan sebelum kupergi kuingin kau bahagia

Kita tak senadi namun cinta kita akan hidup
Walau ragaku mati membeku
Biarkan aku menangis mengalirkan deras
Air mata ketulusan, air mata surga

[Verse 2]
Sejuta penyair sedunia ingin aku hampiri
Bertanya, “Apakah cinta sejati itu ada?”
Pantaskah aku marah pada takdir?
Berteriak lantang melawan nasib
Sedangkan ‘ku hanyalah manusia

[Chorus]
Namun demi engkau, namun demi cinta
Demi janji kepada Maha memberi cinta
Aku relakan kau bersama dengan yang lain
Dan sebelum kupergi kuingin kau bahagia

Kita tak senadi namun cinta kita akan hidup
Walau ragaku mati membeku
Biarkan aku menangis mengalirkan deras
Air mata ketulusan, air mata surga

Tinggalkan komentar

error: REWRITE/MODE ATM? TOLONG SERTAKAN SUMBER!!!
close