BerandaLirik Lagu IndonesiaLirik dan Makna Lagu Arteri dari .Feast

Lirik dan Makna Lagu Arteri dari .Feast

artiliriklagu.com – Arteri merupakan lagu dari band asal Jakarta, .Feast, yang dirilis pada 30 Agustus 2024. Lagu ini menjadi bagian dari album Membangun & Menghancurkan, bersama dengan karya .Feast lainnya seperti lagu Konsekuens dan Masimarah.

Arteri ditulis oleh Anindyo Baskoro, Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, Baskara Putra, dan Dicky renanda Putra di bawah label Sun Eater. Lagu ini telah didengar lebih dari 15 juta kali dan menjadi salah satu karya .Feast yang paling populer. Berikut lirik dan arti lagu Arteri dari .Feast.

Arti dan Makna Lagu Arteri

Lirik lagu Arteri dari .Feast menceritakan tentang perjuangan penyanyi mencari jati diri dan makna hidup setelah mulai menginjak usia dua puluhan, mencoba untuk mengisi kekosongan dengan pelarian sesaat, termasuk lewat hubungan dengan seseorang yang ternyata hanya membawa trauma.

Meski berpura-pura tidak tahu dan sadar karena masih mengharapkan setetes kebahagiaan, namun akhirnya penyanyi sadar bahwa hubungan mereka seperti bercinta dengan luka, di mana seolah-olah kebahagiaan yang ia cari hanyalah setetes ilusi yang terus mengalir jauh dan tidak pernah benar-benar bisa diraih.

Lirik Lagu .Feast – Arteri

[Verse]
Telanjang, ku telanjang menyicipi dunia
Hatiku berkata, “Selamat datang di dua puluh!”
Kau tambal kegagalanku
Kau masuk ke dalam darah, berdansa, dan berserah
Untuk sekian jam saja

[Pre-Chorus]
Sembunyikanmu dari dunia
Hilang akal saat kau ada
Berputar, mana ujungnya?

[Chorus]
Menangisku di pundakmu
Kau bilang muntahkan semua pilu
Aku pura-pura tak tahu, aku pura-pura tak sadar
Kau hanya trauma (Meluncur di arteri)

[Verse 2]
Aku ingin tak menghiraukan masa depan
Namun hidup apa hanya delapan kali sebulan?
Salahku memikirkan untuk menyelamatkan
Saat kaulah titik perkara

[Chorus]
Menangisku di pundakmu
Kau bilang muntahkan semua pilu
Aku pura pura tak tahu, aku pura pura tak sadar
Kau hanya trauma (Di Arteri Pondok Indah)

[Bridge]
Aku berlari lari, lari, lari mengejar dirimu
Cinta macam apa yang dijaga ketat oleh perantara?
Indraku mati rasa, kubuang jauh dalam tempat sampah

[Interlude]
Kau hanya trauma
Meluncur di Arteri
Hanya lagu lama
Bernyanyi di Arteri

[Chorus]
Menangisku di pundakmu
Kau bilang muntahkan semua pilu
Aku pura-pura tak tahu, aku pura-pura tak sadar
Kau hanya trauma (Meluncur di arteri)

[Outro]
Setetes bahagia yang selalu kau cari
Mengalir berkelana meluncur di arteri
Setetes bahagia yang selalu kau cari
Mengalir berkelana meluncur di arteri

Author Arief Ibadurachman
Arief Ibadurachman
Loves listening to songs and wants to share thoughts about the lyrics through writing.

Tinggalkan komentar

error: REWRITE/MODE ATM? TOLONG SERTAKAN SUMBER!!!
close