Arti dan Makna Lagu 2112
Namun seiring berjalannya waktu, realita pun mulai muncul. Mereka menyadari bahwa cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan hubungan. Kehidupan terus berjalan, situasi berubah, dan mereka mulai merasa bahwa mungkin mereka tidak benar-benar ditakdirkan bersama.
Akhirnya, mereka mencoba untuk bersikap dewasa dengan menerima bahwa mungkin mereka tidak ditakdirkan bersama dan berusaha melepaskan satu sama lain, walaupun masih ada rasa cinta yang kuat di antara mereka.
Lirik Lagu Reality Club – 2112 dengan Terjemahan Indonesia
[Verse]
I’ll fully comprehend why the 21st of December
Aku mulai mengerti mengapa tanggal 21 Desember
Rings heavy on my battle-worn heart
Terasa begitu menyesakkan dada
[Chorus]
But who are we kidding?
Siapa yang sedang kita tipu?
Nobody’s winning
Kita sama-sama terluka
In this tale of past and future love
Oleh luka masa lalu dan harapan masa depan
[Verse 2]
They were just 20
Baru berusia 20 tahun
Show us the money
Dikejar oleh realita kehidupan nyata
A smoke show picturesque affair
Berusaha terlihat jadi pasangan sempurna
It started as all things do
Seperti kisah pada umumnya
A simple hello turned to
Dimulai dengan sapa menjadi
Romantic visions far away
Angan yang terlampau jauh
[Chorus]
They were too clever
Mereka berdua sadar
For it to be never
Cinta tak bisa dihindari
As they sunk into each other’s arms
Saat mereka tenggelam dalam pelukan satu sama lain
[Spoken word]
And this is the part
Dan ini adalah bagian
Where our whole lives collide
Di mana kita akhirnya bersatu
The stars themselves fell
Bintang-bintang pun jatuh
Like we did that night
Seperti kita di malam itu
Though it felt like the universe knew
Seolah-olah semesta juga mendukung
A pack of friends who couldn’t hold their laughter
Teman-teman di sekitar tak bisa menahan tawa
They chose to be painfully obvious in front of us
Bahkan mereka secara terang-terangan mendukung kita
Slightly unaware or in denial of the dangers ahead
Entah memang tak sadar atau pura-pura tak mau tahu
We thrust our weary hearts into each other’s arms
Kita tetap memilih saling bersandar satu sama lain
Content and comfortable for years to come
Merasa baik-baik saja untuk tahun mendatang
[Verse 3]
They felt it right and true
Awalnya cinta terasa nyata
Blessings and kisses
Penuh harapan dan kemesraan
As they thought it was the universe’s wishes
Seolah memang sudah ditakdirkan semesta
And though they could feel it then
Meski mereka merasa demikian
It’s not how they want to end
Tapi ini bukan akhir yang mereka mau
So they turn their heads away
Mereka memalingkan wajah
As if they were to say goodbye
Seolah itu salam perpisahan
[Chorus]
But clocks keep on ticking
Tetapi waktu terus berjalan
And life keeps on going
Dan hidup terus berlanjut
To leave the pair behind at last
Akhirnya meninggalkan mereka berdua
[Spoken word]
She said to me
Dia bilang padaku
And I said to her
Dan aku bilang padanya
To hold back each other’s true fate
Menahan jalan hidup masing-masing
Is not of our nature
Bukanlah sifat kita
Let’s be mature
Mari bersikap dewasa
Maybe you weren’t made for me
Mungkin kau memang bukan untukku
Nor I for you
Aku bukan untukmu
But I’d be damn lying
Tapi aku masih tak terima
If I think that that’s true
Jika itu memang benar adanya
[Bridge]
We were young and we were old
Kita pernah bertumbuh bersama
Life was warm then life was cold
Dulu terasa hangat, lalu berubah dingin
It gets harder, yes you’ll see
Semakin lama terasa semakin berat
But were we ever meant to be?
Tapi apakah kita memang ditakdirkan bersama?
We were young and we were old
Kita pernah bertumbuh bersama
Life was warm then life was cold
Dulu terasa hangat, lalu berubah dingin
It gets harder, yes you’ll see
Semakin lama terasa semakin berat
But were we ever meant to be?
Tapi apakah kita memang ditakdirkan bersama?
[Outro]
We were young and we were old
Kita pernah bertumbuh bersama
Life was warm then life was cold
Dulu terasa hangat, lalu berubah dingin
It gets harder, yes you’ll see
Semakin lama terasa semakin berat
But were we ever meant to be?
Tapi apakah kita memang ditakdirkan bersama?
We were young and we were old
Kita pernah bertumbuh bersama
Life was warm then life was cold
Dulu terasa hangat, lalu berubah dingin
It gets harder, yes you’ll see
Semakin lama terasa semakin berat
But were we ever meant to?
Tapi apakah kita memang ditakdirkan bersama?









